Kolesterol Normal Begini Menjaganya

kolesterol normal

Mungkin Anda mengira bahwa kolesterol atau lemak adalah hal yang benar-benar harus dihindari. Padahal, tidak semua kolesterol dalam tubuh bersifat jahat karena tubuh juga membutuhkan kolesterol baik untuk melaksanakan fungsinya. Selama Anda mempertahankan kadar kolesterol normal, tubuh Anda dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari masalah kesehatan.

Lemak dalam tubuh terbagi menjadi lemak baik dan lemak jahat. Keduanya harus berada dalam jumlah yang seimbang agar Anda dikatakan sehat. Terlalu tinggi kadar lemak jahat dalam darah atau terlalu rendah kadar lemak baik dalam darah tentu dapat berakibat buruk bagi kesehatan karena hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, penyakit jantung, atau stroke.

Baca Juga : Cara Menurunkan Kolesterol Dengan Mudah

Jenis Lemak Pada Tubuh Normal

Berikut ini kadar normal untuk jenis-jenis kolesterol yang ada dalam darah.

  • Kolesterol baik

    Semakin tinggi tingkat lemak baik atau HDL, maka akan semakin baik untuk kesehatan. Ini karena HDL melindungi dari penyakit jantung. Tingkat HDL minimal 60 mg/dL atau lebih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Sebaliknya, tingkat HDL kurang dari 40 mg/dL justru menaikkan risiko penyakit jantung.

  • Kolesterol jahat

    Karena sifatnya yang jahat, LDL atau lemak jahat sebaiknya berada pada tingkat yang rendah atau dapat ditoleransi tubuh, yaitu kurang dari 100 mg/dL. Jumlah LDL 100-129 mg/dL dapat dikatakan sebagai ambang batas toleransi. Jika melebihi jumlah tersebut lemak jahat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti ateroma, penyakit jantung, dan stroke.

    Jumlah LDL 130-159 mg/dL dapat dikatakan memasuki ambang batas tinggi, dan jika jumlahnya telah mencapai 160-189 mg/dL sudah masuk level tinggi. Sedangkan jumlah LDL 190 mg/dL dan selebihnya, sudah berada pada level sangat tinggi.

  • Trigliserida

    Lemak ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, semakin rendah tingkat trigliserida, maka akan semakin baik untuk kesehatan. Jumlah trigliserida 150-199 mg/dL dapat dikatakan berada pada ambang batas tinggi, dan jumlah 200 mg/dL atau lebih termasuk tingkat trigliserida tinggi. Sebagian orang memerlukan perawatan jika memiliki kadar trigliserida pada kedua level tersebut.

  • Kolesterol total

    Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam setiap desiliter darah. Biasanya, dengan melihat kadar lemak total dan HDL saja sudah dapat menggambarkan kondisi umum kadar lemak Anda. Namun, jika lemak total berjumlah 200 mg/dL atau lebih, atau HDL kurang dari 40 mg/dL, Anda perlu melakukan pemeriksaan lemak lengkap yang mencakup LDL dan trigliserida.

    Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Jumlah kadar lemak 200-239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi. Jika jumlahnya mencapai 240 mg/dL atau lebih termasuk tingkat kolesterol tinggi.

Baca Juga : Mengobati Asam Urat Dengan Jelly Gamat Gold G Walet

Cara Menjaga Kolesterol Normal

PENYAKIT KOLESTEROL

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar kolesterol berada dalam level normal. Selain melakukan pemeriksaan kolesterol darah secara berkala, beberapa langkah berikut ini bisa membantu menjaga kolesterol tetap stabil:

1. Konsumsi Makanan Ramah Jantung

Untuk menjaga kadar lemak tetap sehat, sangat penting mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung, seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan, produk susu dan daging rendah lemak. Minyak sayur semisal safflower, canola dan minyak zaitun juga baik untuk tubuh kita. Lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan, biji rami, minyak biji rami dan biji chia juga bisa membantu menurunkan kadar trigliserida. Alpukat, anggur merah dalam jumlah secukupnya, serta buah-buahan dan biji-bijian tinggi serat seperti apel, pir, plum dan oatmeal mampu menurunkan kolesterol LDL dan membantu meningkatkan kadar HDL.

Selain itu, ada baiknya kita mengurangi lemak jenuh dan tidak mengonsumsi lemak trans. Lemak jenuh terkandung dalam daging merah dan produk susu penuh lemak, yang dapat meningkatkan total lemak dalam darah. Sementara itu, lemak trans sering digunakan dalam margarin, biskuit, dan kue yang dijual di supermarket. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar lemak LDL dalam darah, sedangkan lemak trans meningkatkan kadar lemak secara keseluruhan.

Baca Juga : Obat Herbal Kolesterol Paling Ampuh

2. Rutin Berolahraga

Olahraga dengan teratur akan membantu Anda mengendalikan kolesterol secara positif. Olahraga meningkatkan HDL, menurunkan LDL dan trigliserida, memompa darah ke seluruh tubuh, dan menurunkan tekanan darah. Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap sesi selama lima kali dalam seminggu, atau aktivitas aerobik selama 20 menit, tiga kali dalam seminggu.

3. Tidak Merokok

Jika Anda tidak merokok, jangan pernah punya niat untuk memulainya. Dan jika Anda merokok, sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti merokok. Berhenti merokok meningkatkan kadar kolesterol HDL Anda. Manfaatnya terjadi dengan cepat: 20 menit setelah berhenti merokok, tekanan darah dan detak jantung Anda pulih dari lonjakan yang disebabkan oleh rokok. Dalam waktu tiga bulan setelah berhenti, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru Anda mulai membaik. Dalam waktu satu tahun berhenti, risiko penyakit jantung Anda adalah setengah dari seorang perokok. Dan seiring waktu, risiko serangan jantung dan penyakit jantung akan menurun.

4. Menurunkan Berat Badan

Kelebihan berat badan berkontribusi pada kenaikan kolesterol. Jika Anda termasuk orang yang malas bergerak, kini saatnya Anda memasukkan lebih banyak aktivitas dalam rutinitas harian. Tidak perlu yang ekstrem, cukup memulainya dengan, misalnya, menggunakan tangga ketimbang menggunakan lift, berjalan-jalan selama istirahat di tempat kerja, memasak, berkebun, dan sebagainya.

5. Membatasi Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol yang cukup adalah tidak lebih dari satu gelas untuk perempuan dan dua gelas untuk laki-laki dalam sehari.

Baca Juga : Gejala Maag dan Cara Pencegahannya

6. Kurangi Stres

Luangkan waktu untuk diri sendiri. Lakukan hal-hal yang membuat kita merasa tenang dan bahagia.

7. Minum Obat

Jika dokter meresepkan obat untuk kolesterol, minumlah dengan teratur. Meski jumlah kolesterol mulai membaik, bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi obat. Jangan pernah melewatkan dosis atau berhenti minum obat hingga dokter merekomendasikan untuk menghentikannya.

Usaha kita untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil akan membuat kualitas hidup menjadi lebih baik lagi dan terhindar dari masalah kesehatan yang merugikan.

 

Sumber :

  1. https://hellosehat,com
  2. https://www,alodokter,com
  3. https://www,anlene,com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *